RINGKASAN
TARI PAS SEM 2
KRITIK
DALAM TARI
Kritik berasal dari Yunani “Cliticos”/
“Kritien” : membedakan/ menghakimi judgemen/ analisis/ pertimbangan. Tugas
kritikus adlah menjadi penengah antara penonton dan seniman [tau cara merevisi].
Kritikus harus memiliki acuan/ kriteria. Manfaat kritik : Meningkatkan
pengertian dari kenikmatan yang diberikan oleh karya seni, melalui pengkajian
(penelaahan) yang mendalam tentang sebab-sebab kenikmatan dirasakan oleh nikmat karya seni
berdasarkan argument [evaluasi dan motivasi]
(penelaahan) yang mendalam tentang sebab-sebab kenikmatan dirasakan oleh nikmat karya seni
berdasarkan argument [evaluasi dan motivasi]
Pengertian
kritik :
1. R. C. Kwant
[“Mens en Kritiek”] : Penilaian atas kenyataan yang dihadapi dalam sorotan
norma [kritik adalah penilaian atas nilai yang intesubjektif]
2. William Henry Hudson [An
Introduction to The Study of Literature] “Kritik dalam arti yang tajam adalah
penghakiman”
3. Edi Sedyawati : Kritik menjadi bagian yang tumbuh secara
beriringan untuk meningkatkan proses kreatif. Artinya kritik sangat dibutuhkan
untuk meningkatkan kualitas karya tari (koreogafi). Sebuah upaya untuk disiplin
kritik, memberi motivasi, rangsangan, dan peningkatan mutu koreogrfi.
4. Bagong Kussudiardjo : Kritik
tari adalah memberi jalan untuk lebih lancar memajukan serta meningkatkan nilai
seninya, juga mengingatkan kesalahan yang dibuat oleh seorang penari, pencipta
tari, dan ahlil tari.
5. Edmund Burke Feldman
[Art as image and Idea] Tujuan utama dari kritik adalah meningkatkan pengertian
dan kenikmatan yang diberikan oleh karya seni, melalui pengkajian (penelaahan)
yang mendalam tentang sebab-sebab kenikmatan dirasakan oleh nikmat karya seni.
6. Stolnitz :
Kritik berupa aktivitas evaluasi yang memandang seni sebagai objek untuk
pengalaman estetik. Pengalaman tersebut dihasilkan lewat kajian teliti atas
kerya seni.
7. Flaccus :
Sebuah studi rinci dan apresiatif tentang kerya seni.
8. S.D. Humardani
: Kritik sebagai sebuah penelitian mengenai gejala dari berbagai sudut terhadap
kerya atau kekaryaan seni dalam kehidupan seni.
Wujud
Kritik Tari :
1.
Krtitik pra-predikatif adalah kritik yang belum
menemukan predikat yang kongkrit. Kritik pra-predikatif merupakan sebuah sikap
antara sadar dan tidak sadar mereaksi sesuatu dengan tindakan tertentu, seperti
berdecak, atau menggaruk-garuk kepala tanda tidak setuju dengan pernyataan
seseorang, dan berbagai bentuk lain. Pada intinya, kritik pra-predikatif
dilontarkan dalam bentuk tindakan untuk mereaksi sesuatu.
2.
Kritik predikatif yaitu kritik yang terwujud dalam
media ungkap tertentu, bisa dalam bentuk wujud lisan (kritik verbal) dan kritik
non-vebal, yaitu disampaikan melalui media tulis atau visual lainnya dalam setruktur
tertentu.
-
Nilai Estetik pada Tari :
Nilai keindahan yang terdapat
dalam karya seni. Yang dinilai wiraga [keterampilan], wirasa [kesesuaian dengan
busana dan ekspresi dalam menarikannya/ gabungan wirama dan wiraga], dan wirama.
Aspek – aspek mendasar yang terdapat pada setiap peristiwa
kesenian :
a.
Wujud (appearance)
b.
Bobot (substance)
c.
Penampilan (presentasion)
Keindahan
dibagi 2, yaitu keindahan ciptaan Tuhan dan keindahan ciptaan manusia. Nilai
estetik tari : ekspresi pengaturan rasa, pengalaman jiwa, dan sikap berinteraksi.
Ciri-ciri tari memiliki estetik :
a). Mampu mengungkapkan keharmonisan antara
bentuk dan isi
b). Menarik atau menggugah
c). Membawa penonton masuk ke dalam dunia
khayal yang ideal.
d). Membebaskan penonton dari ketegangan.
e). Mendorong akal penonton menuju
perpaduan mental dan spiritual.
-
Nilai Etis pada Tari [Digali dari filosofi tarian
tersebut]
-
Nilai Etika pada Tari
Pendekatan etika adalah
pendekatan moralitas serta perilaku sosial Fokus dan obyek kritik adalah
seniman, mereka menggunakan pemahaman etika dikaitkan dengan ilmu moralitas.
CONTOH
PENILAIAN TARIAN :
1. TARI BALI
Ciri khas genre Legong terdapat
pada hiasan kepala dan busana. Patokan dalam tarian :
-
Agem, Sikap badan, tangan dan kaki
yang harus dipertahankan
-
Tandang. Cara berpindah tempat
-
Tangkep. Eskpresi mimik wajah yang
memberikan penguatan pada penjiwaan tari
Nilai
etis pada tari : Barong
dan Rangda perwujudan simbolis dari kekuatan baik dan kekuatan jahat. Rwa Bhineda
/ dua yang berbeda adalah dua kekuatan yang bersaing di dunia, dan manusia
berada di tengahmya. Maka, manusia dituntut dinamis, tercermin dalam konsep,
energik dalam gerak.
2.
TARI JAWA
Ruang dan tenaga memiliki
karakter. Ruang gerak sempit : putra halus dan ruang gerak lebar : putra gagah.
Koreografi disusun simetris, memberi kesan seimbang,
tenang dan mengalun.
3.
TARI
SUMATERA
Geraknya ringan melayang,
dinamis, pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan gendang.
-
TAHAP PENYUSUNAN KRITIK TARI :
1.
Deskripsi : Keistimewaan gerak
2.
Analisis : Analisis gerak [kelebihan dan kekurangan gerak]
3.
Evaluasi dan Interpretasi tari
-
SIMBOL PADA TARI
Suzzane K. Lenger : simbol tidak memiliki objek. Seni
tidak memahami objek tapi konsep.
1.
Simbol diskursif adalah simbol yang digunakan dalam bahasa tulis dan lisan untuk keperluan komunikasi
dengan pihak lain, jadi simbol ini lebih berupa penjelasan tentang sesuatu,
2.
Simbol presentasif adalah berbentuk gambar,
yaitu bahasa presentasi suatu makna.
PAGELARAN TARI
Pagelaran
tari adalah kegiatan
apresiasi seni untuk mengembangkan
kreativitas yang dalam proses penyelenggaraannya diperlukan proses dan
persiapan yang matang dan sistematis. Unsur
Pendukung Pagelaran Tari adalah :
1.
Gerak
2.
Tema
3.
Musik
Iringan
4.
Tata
Rias dan Kostum
5.
Tempat
6.
Lighting
7.
Pola
Lantai
Hal yang perlu disiapkan untuk
sebuah pertunjukkan tari :
1.
Merencanakan [Menyusun
kepanitiaan]
Kepanitiaan
dalam hal ini dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Steering
Comitee (
panitia pengarah / penasehat pemberi petunjuk bawahannya )
b. Organizing
Comitee (
panitia pelaksana, yang melaksanakan segala sesuatu dilapangan)
Tim
Kerja dibagi menjadi 2, yaitu
a) Tim
Produksi
Tim
Produksi ini dipimpin oleh pimpinan produksi yang bertugas mengorganizir
pementasan suatu seni pertunjukan dan membawahi :
-
Sekretaris
produksi : Membukukan dan mencatat
kegiatan yang dalam produksi seni pertunjukkan
-
Bendahara : Orang yang bertanggung jawab
dalam hal keuangan
-
Seksi
Dokumentasi : Orang yang bertanggung
jawab atas dokumentasi kegiatan
-
Seksi
Publikasi : Orang yang
bertanggung jawab dengan kegiatan promosi ke masyarakat yang dituju
-
Seksi
Pendanaan : Penyediaan dana yang
dibutuhkan dalam proses dan pelaksanaan
-
Tiketing : Orang yang bertanggung
jawab atas penjualan dan pembelian kartcis pertunjukkan
-
House
Manager : Mengemban pelayanan
publik serta bertanggung jawab terhadap pimpinan produksi
dalam layanan staf dan layanan public
dalam layanan staf dan layanan public
-
Keamanan : Orang yang bertanggung jawab
terhadap sistem keamanan pertunjukkan
-
Akomodasi : Bertanggung jawab akomodasi
setiap proses pelaksanaan penyelenggaraan pertunjukan
-
Konsumsi : Orang yang bertanggung jawab
terhadap urusan konsumsi
-
Transportasi : Orang yang bertanggung jawab
terhadap urusan penyediaan transportasi
-
Seksi
Gedung : Orang yang bertanggung jawab penyewaan ataupun
penyediaan gedung pertunjukkan
b) Tim
Artistik
Tim
Artistik dipimpin seorang sutradara/
koreografer yang bertugas membuat konsep dari pertunjukkan dan mengatur
alur laku dari sebuah pertunjukkan. Sutradara membawahi :
-
Pimpinan
Artistik : Penanggungjawab artistik
karya, performa penyajian, tata urut pementasan
-
Stage
Manager : Orang yang
mengkoordinasi seluruh kegiatan yang ada di panggung
-
Penata
Panggung : Layanan pemenuhan dan
tuntutan artistik garapan berdasarkan saran pimpinan artistic
-
Penata
Cahaya : : Masalah pencahayaan, terang padamnya lampu.
-
Penata
Rias dan Busana
-
Penata
Suara
-
Penata
Musik/Sound
-
2.
Mempersiapkan
a)
Pemilihan
Materi Tari
-
Kontemporer
-
Kreasi
Baru
-
Modern
-
Tradisional
Klasik
b)
Penentuan
Tema Pagelaran
c)
Penentuan
waktu pagelaran
d)
Penentuan
tempat pagelaran
e)
Penentuan
masing-masing tugas tim produksi/ kepanitiaan
4 Jenis Kritik tari berdasarkan
kemunculan
1.
Kritik Jurnalistik
Kritik
yang ditulis untuk pembaca suratkabar/ majalah. Tujuannya adalah untuk
memberikan informasi tentang berbagai peristiwa dalam dunia berkesenian
2.
Kritik Akademis
Kritik
yang diterapkan dalam suatu lembaga pendidikan berkesenian. Tujuannya yaitu
mengembangkan bakat dan potensi estetis siswa
3.
Kritik Ilmiah
Melakukan
pengkajian nilai seni secara luas, mendalam dan sistematis. Tujuannya untuk
menyempurnakan danmencari nilai karya seni yang sebenar-benarnya ditentukanoleh
orang berpengalaman
4. Kritik
Populer
Ditulis
oleh sebagian besar penulis yang tidak menuntut keahlian kritis (masyarakat)
Jenis Kritik berdasarkan sifatnya
:
1. Konstruktif [Kritik membangun]
2. Destruktif [Kritik menjatuhkan]
Eksplorasi gerak dllakukan dengan
proses berpikir, imajinasi,
merasakan/ merespon suatu objek melalui panca indera. Exemple :
1.
Tari Betawi diklasifikasikan menjadi dua
jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan
tari Cokek. Ragam gerak dasar pada
tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang,
goyang plastik dan gonjingan.
2.
Tari Bali terdiri dari ngumbang, agem,
angsel, piles dan ngeseh. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri
khas geraknya ditambah dengan gerakan Ngumbang pada tari Legong Kraton mata
(nyeledet).
3.
Tari Dayak [Kalimantan] dg property burung
Enggar
4.
Tari Pa’gellu {Toraja (Sulawesi Selatan)} di
setiap upacara/ritual syukuran/ “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja
dengan diiringi intrumen gendang.
Gerak
-
Badan :
a)
Hoyog : Gerakan badan dicondongkan ke samping
kanan atau kiri.
b)
Engkyek : Gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke
kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping.
c)
Polatan : Gerakan arah pandangan.
d)
Oklak : Menggerakkan pundak ke depan dan
belakang.
e)
Entrag : Menghentakkan badan ke bawah
berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.
-
Kepala : Pacak gulu, gebesan, gileg,
gelieur, anggukan dan gelengan kepala tengok kanan dan kiri.
-
Kaki :
a)
Debeg : Menghentakkan ujung telapak kaki
b)
Kengser : Bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan
kedua telapak kaki
c)
Srisig : Lari kecil dengan berjinjit
d)
Trecet : Telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan
ke kanan.
e)
Tunjak
tancep : Sikap berdiri diam
-
Tangan :
a)
Malangkerik
: Gerakan posisi tangan berkacak pinggang
b)
Menthang : Gerakan meluruskan tangan ke samping.
c)
Nggrodha : Gerakan siku di tekuk
d)
Panggel : Mengadu
pangkal pergelangan tangan
FUNGSI TARI
Ø
Sarana upacara : Sarana uacara terutama
upacara adat istiadat [gerakan yang baku]
Ø
Hiburan : Tarian berupa tari kreasi
Ø
Sarana pertunjukan : Tari-tarian
yang ditampilkan hampir sama dengan fungsi tari sebagai hiburan.
Ø
Media pendidikan dan pergaulan
DEFINISI
TARI
1.
Curt Sachs : Gerak yang ritmis dalam buku World History of the dance
2.
Corrie Hartong : Gerak ryang diberi bentuk dari badan di
dalam ruang
3.
La meri : Subyektif yang diberi bentuk objektif
4.
Soedarsono : Ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak gerak
ritmis yang indah
5.
B .P .A. Soerjodiningrat : Gerak-gerak
dari seluruh anggota tubuh/ badan yang selaras dengan bunyi music
(gamelan), diatur irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari.
(gamelan), diatur irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari.
Aspek pengertian tari yaitu: bentuk, gerak tubuh, irama, jiwa,
maksut dan tujuan tari.
1. Bentuk
Tari akan menemuan bentuk seni bila penggalaman batin pencipa dapat menyatu
dengan penggalaman lahirnya [menggetarkan perasaan atau emosi penontonnya].
2. Gerak
Elemen
pokok dalam tari yang terdapat unsur ruang, waktu dan tenaga.
Gerak dibedakan menjadi 2 :
a. Gerak murni (pure movement) /
gerak wantah disusun agar indah [tidak ada maksud]
b. Gerak maknawi (gesture)/ gerak tidak wantah mengandung arti yang telah distilasi (dari wantah menjadi
wantah)
Berdasarkan bentuknya tari
dibedakan menjadi dua, yaitu
a.
Representasional adalah tari yang menggambarkan seorang
petani, tari nelayan melukiskan seorang nelayan.
b.
Non reprentasional, yaitu tari yag melukiskan sesuatu
secara simbolis, biasanya melalui gerak-gerak maknawi. Contohnya adalah tari
golek, tari klana topeng, tari bedaya, tari serimpi, tari monggawa, dan
sebagainya.
3. Tubuh
4. Irama
Tiga kepekaan penari :
Ø
Kepekaan irama gerak
Ø
Kepekaan irama jarak
Ø
Kepekaan irama iringan
5. Jiwa
PERBEDAAN
TARI KONTEMPORER DAN TARI MODERN
|
Kontemporer
|
Modern
|
|
Menyajikan tema dan
bentuk yang sedang terkenal, sedang menjadi sorotan saat ini,
|
Belum tentu menyajikan
tema dan bentuk yang sedang terkenal saat ini.
|
Komentar
Posting Komentar