Ini, kakak ada ringkasan sederhana untuk adek-adek yang sedang bingung mencari materi singkat tentang Aktivitas Vulkanisme, salah satu bab dari Geografi Kelas 10 SMA. Biar gak bingung-bingung lagi, yuk simak!

AKTIVITAS VULKANISME
·         Pengertian           : Peristiwa yg berhubungan dengan magma yg keluar mencapai perm. bumi melalui retakan kerak bumi.
·         Isrilah Vulkanisme :
-   “Vulkan” dari “Vulcano” yakni suatu kawah gunung api di Kepulauan Lipari (lepas pantai Italia)/ nama Dewa  Api Bangsa Yunani “Vulcanus”.
-   Vulkanologi       : Ilmu yang mempelajari gunung berapi.
-   Kawah                : Lubang tubuh gunung api tempat keluarnya magma. Kawah cukup besar yaitu kaldera. Kaldera yang terisi banyak air menjadi danau vulkanik. Macam-macam kaldera di Indonesia :
           a).    Kawah Tangkuban Perahu (Jabar)
           b).    Kawah Gunung Tengger (Jateng)
           c).    Kaldera Gunung Batur (Bali)
·         MAGMA             
1)   Definisi  : Meteri kental terbentuk di dalam kerak bumi/ selimut batuan bagian atas. Tersusun dari berbagai unsur kompleks (silikat, air, gas) yang berupa cair/ kental.
2)   Klasifikasi :
a).    Material yang dikandung
No.
Variable
Magma Asam
Magma Basa
Magma Bemmelen
1.
Sebutan lain
Magma Silika
Magma Basa (Mafic)
-
2.
Definisi
-   Mineral Si & Feldspar
-   Cukup banyak Na dan Ca
- Kurang besi dan Mg
- Banyak Fe, Mg, Ca 
-   Kurang silikat
Terjadi hipodifferensiasi/ pe-misahan magma yakni mag-ma yang bersifat asam akan bergerak ke atas karena lebih ringan, sedangkan yang bersifat basa di bag. bawah
3.
Tipe gunung api
Strato (Komposit) dan Maar
Perisai
-
4.
Kandungan gas
Tinggi dan lebih kental
Rendah dan encer
-
5.
Mineral
Kurang berat

-
6.
Letusan magma
Dasyat karena tekanan gas besar
Tidak begitu dasyat karena erupsinya efusif (meleleh)
Gerakan pemisahan magma di dapur magma menyebabkan gaya ke atas, mendo-brak kerak bumi, muncul ke permukaan lewat celah retak-an/ pipa gunung api
b).      Material Hasil Vulkanisme
No.
Variable
Benda Padat
Benda Cair
Benda Gas
1.
Nama lain
Efflata/ Piroklastik
-
Ekshalasi
2.
Contoh
Urut halus-kasar :
-    Debu
-    Pasir
-    Lapili (se-kerikil)
-    Terak
-    Bom (batu besar)
-    Batu apung
-    Lava (magma meleleh di luar lereng gunung api)
-    Lahar panas (magma + air spt lumpur panas yg mengalir)
-    Lahar dingin (dr efflata po-rus/ bahan padat di puncak gu-nung mnjd lumpur saat hujan deras mengalir pada lereng/ lembah)
-   Solfatar (Belerang) : H2S yang keluar dari lubang
- Fumarol : Tempat ke-luarnya uap panas
-    Mofet : tempat keluar-nya gas arang (CO2)
Gas itu bersifat racun.
3.
Terbentuk
1.Allogen (dari batu di sekitar kawah yg terlempar saat letusan)
2. Autogen (dr magma itu sendiri)
Lahan cair dapur magma meng-alir keluar dari gunung api bila magma cair dari dlm bumi meleleh keluar dr lubang kawah tanpa tersumbat/ tidak ada sumbatan di puncaknya.
Sifatnya lebih berat dari oksigen sehingga gas ini lebih dekat dg permukaan tanah (mudah dihi-rup oleh makhluk hidup)

FENOMENA YANG TERBENTUK AKIBAT PASCA VULKANISME
1.      SUMBAT LAVA
Terjadi ketika lava padat dlm pipa vulkanik padam lalu mnjd massa yang resistan. Setelah lama, kerucut vulkanik (dr materi yg kurang resistan) mjd lapuk dan terkikis, hanya tertinggal sumbat lava. Ukuran sumbat lava hingga menyerupai bukit.
2.      KALDERA/ DANAU KALDERA
Cekungan besar di puncak gunung terjadi karena letusan dahsyat dan meninggalkan lubang besar. Jika lubang ini kemudian terisi air akan membentuk danau kaldera.
3.      PLATO LAVA
Terjadi karena magma yg keluar itu encer, sehingga menyebar dan membentuk hamparan lava luas dan perlahan membeku hingga membentuk dataran tinggi (plato).
4.      GEYSER DAN MATA AIR PANAS
-        Geyser            : Air tanah yg terpanaskan oleh magma yag muncul ke permukaan dg tenaga eksplosif. Geyser
                   termasuk air panas yang memancar secara periodic.
-        Mata air panas :  Air tanah yg terpanaskan oleh magma yg keluar melalui aliran air di celah batuan,
GUNUNG API DI INDONESIA
Gunung api dikelompokkan menjadi 5 rangkaian :
No.
Rangkaian
Keterangan
1.
Rangkaian Sunda
Memanjang dr Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores sampai Alor
2.
Rangkaian Banda
Sebagian besar terletak di bawah permukaan laut.
3.
Rangkaian Minahasa dan Sangihe
Rangkaian ini masih aktif, spt di Gunung Soputan dan Gunung Lokon.
4.
Rangkaian Halmahera
Di sekitar Halmahera
5
Rangkaian Sulsel
Rangkaian yang sudah tidak aktif (mati)

Gejala gunung api akan selesai meletus :
1.    Muncul ekshalasi (sumber gas), contohnya di Dieng, Jawa Tengah.
2.    Keluar mata air panas, contohnya di Cimelati, Jawa Barat.
3.    Muncul mata air makdani, yaitu mata air panas yang mengandung mineral seperti belerang. Contohnya di Maribaya (Jawa Barat), Baturaden dan Dieng (Jawa Tengah).
4.    Muncul geyser, yaitu mata air panas yg disembur ke udara (±70 m). Contoh di Irlandia dan Yellowstone Park (AS).

ERUPSI/ ESKTRUSI MAGMA
-       Definisi       : Kegiatan penerobosan magma ke permukaan bumi spt saat letusan gunung api (erupsi).
-       Kasifikasi    :
·         Berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi saat magma keluar
1)      Erupsi Linier (Erupsi Belahan)
Gerakan magma menuju permukaan bumi melalui celah/  retakan, magma yang dikeluarkan itu bersifat sangat encer menutupi wilayah yang sangat luas
2)      Erupsi Sentral
Lava yg keluar melalui terusan kepundan yang berbentuk pipa yang  kecil dan sempit. Akibatnya, meterial vulkanik yang dihasilkan berbentuk kerucut vulkanik. Tipe ini menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu gunung api perisai, maar, dan strato. Erupsi sentral dibagi menjadi 3 macam :
·         Erupsi Effusif (Aliran)        : Terjadi pada gunung api perisai
·         Erupsi Eksplosif (Ledakan) : Terjadi pada gunung api maar
·         Erupsi Campuran                 : Terjadi pada gunung api strato (aliran + ledakan)

Tiga bentuk gunung api hasil erupsi sentral
No.
Variable
PERISAI
KERUCUT
MAAR
1.
Terbentuk
Magma encer keluar dari lu-bang kapundan meleleh ke semua arah (jumlah besar) dr kawah pusat. Menutupi dae-rah luas yg relatif tipis
Materi piroklastik perlahan dien-dapkan sampai terbentuk kerucut gunung api. Bahan erupsi berganti –ganti lava dg piroklastik (hing-ga kelihatan berlapis)
Terjadi letusan eksplosif oleh dapur magma yang kecil dan dangkal shingga, x1 erupsi sdh habis aktivitasnya.
2.
Bentuk
-  Bentuk gunung : Landai
-  Perm. Lereng     : Halus
- Alas lebih luas dr tinggi
Disebut Composite Cone (keru-cut campuran). Bentuk spt kerucut dg lereng curam
Melingkar
3.
Sifat magma
Basa, encer, kurang mengan-dung gas
Asam, kental, bnyk mengandung gas
-
4.
Erupsi
Lemah(Effusif/ meleleh)
- Trbntk dr materi piroklastik
-    Erupsi eksplosif/ meledak
-    Berupa gas (shngg di sekitar lubang kepundan habis terkikis gas), meninggalkan lubang besar
-    Erupsi lemah
-    Berbahaya krn gas-gas beracun dikeluarkan.
- Erupsi pertama sngt dasyat, & menghempaskan sebagian besar tubuh gunung
5.
Contoh
Gunung di Kep. Hawai
Sebagian gunung Indonesia
Gunung Lamongan

Yang mempengaruhi kekuatan Erupsi :
1)      Tekanan gas
2)      Kedalaman dapur magma
3)      Luasnya dapur magma
4)      Sifat magma (cair/ kental)

Menurut aktivitasnya, gunung dibagi menjadi :
1)   Gunung aktif        : Gunung api yang masih bekerja yang kawahnya selalu mengeluarkan asap, gempa, dan  letusan. (Gunung Merapi)
2)     Gunung mati         : Gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak meletus lagi (Gunung Patuha, G. Sumbing)
3)   Gunung istirahat   : Gunung api yang sewaktu-waktu meletus lalu istirahat (Gunung Ciremai, G. Kelud)

Tipe Letusan Gunung Api :
1)        Bentuk dan Lokasi Pusat Kegiatan
-          Letusan Pusat    : Erupsi yang melalui pipa kepundan gunung api
-      Letusan Celah  : Erupsi yang tidak melalui lubang kepundan gunung api tapi keluar lewat retakan kerak bumi. (Plateau Pekka di India dan Plateau Columbia, AS)
2)      Lokasi pusat kegiatan (Rittman (1962))
-       Letusan pusat             : Lubang kepundan mjd saluran utama peletusan
-       Leleran samping        : Terbentuk bila magma yang membentuk sill menerobos ke permukaan lereng gunung api
-   Korok melingkar       : Terjadi ketika pipa kepundan tersumbat magma yang membeku di dalamnya, sehingga menghalangi keluarnya magma dan magma mencari jalan lain menerobos batuan yang lebih lemah dan terbentuklan lubang kepundan yang baru
- Letusan di luar pusat : Terjadi di kaki gunung api dg sistem saluran magma tersendiri yang tidak  berkaitan dengan lubang kepundan utama
3)      Tipe letusan menurut Escher
No.
Tipe Gunung
Tekanan Gas
Derajat Kecairan Magma
Kedalaman Dapur Magma
1.
Tipe Hawai
Rendah
Cair
Dangkal
2.
Tipe Stromboli
Sedang
Cair
Agak dalam
3.
Tipe Vulkano
-   Volkano lemah
-   Volkano kuat
Sedang
Sedang
Tinggi
Agak cair
Kurang Cair
Kental
Agak dalam
Agak dalam
Dalam
4.
Tipe Merapi
Rendah
Cair kental
Dangkal
5.
Tipe Pelee
Tinggi
Kental
Dalam
6.
Tipe St. Vincent
Sedang
Kental
Dangkal
7.
Tipe Perret/ Plinian
Tinggi
Cair
Sangat  Dalam

INSTRUKSI MAGMA
·         Definisi     : Proses penerobosan magma ke dalam litosfer tetapi tidak mampu mencapai permukaan bumi.
·         Hasil         :
·        Batolit       : Magma yang membeku di dalam dapur magma
·    Lakolit      : Batuan beku terbentuk dr resapan magma. Membeku di antara 2 lapisan batuan, berbentuk lensa cembung
·     Sill           : Batuan beku terbentuk di antara 2 lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar (keping instruksi)
·     Gang/ Dike :  Magma yang memotong lapisan batuan dg arah tegak/ miring, berbentuk pipih dan melebar
·         Apofisa     : Batuan beku yang bercabang banyak (seperti menjari)
·     Diatrema   : Batuan pengisi pipa letusan berbentuk silinder mulai dr dapur magma s.d. permukaan bumi
·     Lapolith    : Batuan beku yg mendesak lapisan di atas dan di bawahnya menjadi bentuk bikonveks
·     Pacolith     : Batuan beku yg mendesak lapisan di bwhnya shng membentuk bentukan lensa datar-cembung

Komentar