DINAMIKA
ATMOSFER DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN
PENGERTIAN ATMOSFER
Lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmos (uap) sphere (bola bumi/ lapisan). Sifat Atmosfer :
a. Tidak berwarna, berbau, berasa (kec. angin)
b. Dinamis dan elastis (dapat mengembang dan mengerut
c. Transparan terhadap segala bentuk radiasi
d. Punya berat sehingga menimbulkan tekanan
Lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmos (uap) sphere (bola bumi/ lapisan). Sifat Atmosfer :
a. Tidak berwarna, berbau, berasa (kec. angin)
b. Dinamis dan elastis (dapat mengembang dan mengerut
c. Transparan terhadap segala bentuk radiasi
d. Punya berat sehingga menimbulkan tekanan
Sekitar
97% udara terletak di lapisan 9 km, ketinggian meningkat, maka semakin tipis.
Diketinggian 80 km, komposisi udara masih seragam.
|
No.
|
Gas
|
Volume
|
Keterangan
|
|
1.
|
Nitrogen
|
78 %
|
Diasimilasikan
dan diuraikan dalam pembusukan organik
|
|
2.
|
Oksigen
|
21 %
|
Bernapas MH
|
|
3.
|
Argon
|
0,9 %
|
|
|
4.
|
Karbon dioksida
|
0,03 %
|
Hasil napas MH,
penyebab ERK
|
|
5.
|
Neon
|
Uap air H2O
0-4%
|
|
|
6.
|
Helium
|
CO
|
|
|
7.
|
Dinitrogen
monoksida
|
Partikel-partikel
|
|
|
8.
|
Hidrogen
|
Pada debu dan
serbuk
|
|
|
9.
|
Amonia, SO2,
H2O
|
Jumlah kecil
|
Makin tinggi
udara, presentase zat yang ringan makin besar
|
MANFAAT ATMOSFER :
a. Sarana pernapasan dan pembakaran
b. Memungkinkan terjadinya awan karena mengandung H2O yang mengembun, membentuk awan, dan hujan.
c. Perlindungan dari hujan meteor dan ultraviolet (manfaat ozon)
d. Menjaga suhu bumi stabil (siang tdk terlalu panas dan malam tdk terlalu dingin
STRUKTUR ATMOSFER :
a.
Struktur
Termal
|
Pembeda
|
TROPOSFER
|
STRATOSFER
|
MESOSFER
|
IONOSFER
|
EKSOSFER
|
|
Ketinggian
|
Lapisan
terbawah
|
12-80
km
|
50-85
km
|
80-400
km
|
Lap.
terluar
|
|
Suhu
|
-6,4°/
1 km dg suhu min = -50 sd -60
|
Tdk
ada perubahan suhu scr vertikal
|
Semakin
tinggi, suhu rendah
|
Suhu
naik hingga 1700°C
|
|
|
Kejadian
|
-
Evaporasi
dan kondensasi (trdpt H2O, uap, es)
-
Pesipitasi,
awan angin, kilat, badai
|
-
Kenaikan
suhu 5°/ km
-
2
lap. gas tipis
-
Tdk
ada pola cuaca yg penting
|
Kenaikan
suhu 5° di 50-60 km. Suhu min. -90°C
|
Terjadi ionisasi atom oleh
radiasi sinar X dan ultra-violet.
|
|
|
Manfaat
|
-
Awan
rendah (cumulus) 0-2 km
-
Awan
tengah (alto cumulus lenticularis) 2-6
-
Awan
tinggi (cirrus) 6-12 km
|
Ada SO4
(hujan asam). Disebut lap. inversi
: semakin tinggi, suhu mening –kat. Kenaikan suhu karena O3 menyerap
ultraviolet
|
Sebagian
meteor terbakar
|
-
Memantulkan
gelombang radio
-
Terjadi
aurora (fajar/ petang)
|
|
|
Batas
|
Tropopause
(akhir pengurangan suhu)
|
Stratopause
|
Mesopause
|
Termopause
|
|
|
Ketebalan
|
-
9
km di kutub
-
16
km di ekuator
Pebedaan ketebalan adalah pemanasan
yg beda di daerah kedua tempat
|
Ketebalan :
Kutub > ekuator
Lap. bawah :
stabil dan sangat dingin
|
|
|
|
|
Gas
|
Nitrogen,
Oksigen (3/4 massa udara)
|
Konsentrasi
ozon relatif kecil
|
|
|
Utama
: H2
|
b.
Jenis
dan Kondisi gas
a)
IONISASI/
PENGIONAN
Elektron yang
dilepaskan menambrak ion lain menghasilkan molekul/
atom netral disebut rekombinasi. Di
atmosfer, terjadi perbedaan konsentrasi
elektron yang disebabkan oleh gas yang berbeda-beda.
-
Lapisan
D : Lapisan terbawah ionosfer mampu
memantulkan gelombang radio dengan
frekuensi rendah
tapi mampu menyerap dengan frekuensi tinggi. (Hanya ada saat siang)
tapi mampu menyerap dengan frekuensi tinggi. (Hanya ada saat siang)
-
Lapisan
E : Memiliki daya pantul yang
tinggi (terjadi saat siang) memantulkan kembali gelombang AM.
-
Lapisan
F : Ketinggian 160-800 km. Lapisan
iin memantulkan kembali gelombang rendah
b)
LAP.
OZON (OZONOSFER)
Ozon terbentuk dari penguraian molekul O2 dan penggabungan atom dengan molekul O2. Energi yang menguraikan molekul O2 itu adalah ultraviolet. Di ketinggiamn tinggi, konsentrasi O3 rendah hanya bergantung dengan radiasi ultraviolet dan molekul O2. Lap. ozon berlubang karena penggunaan hairspray, kulkas, AC (CFC) yang menyebabkan gangguan iklim.
Ozon terbentuk dari penguraian molekul O2 dan penggabungan atom dengan molekul O2. Energi yang menguraikan molekul O2 itu adalah ultraviolet. Di ketinggiamn tinggi, konsentrasi O3 rendah hanya bergantung dengan radiasi ultraviolet dan molekul O2. Lap. ozon berlubang karena penggunaan hairspray, kulkas, AC (CFC) yang menyebabkan gangguan iklim.
DINAMIKA CUACA DAN IKLIM
Cuaca
adalah suatu keadaan udara pada suatu saat di suatu tempat (daerah yang sempit)
yaitu keadaan berdasarkan gejala suhu, tekanan udara, kelembapan, kelembapan,
angin, dan curah hujan. Unsur cuaca adalah penyinaran matahari, keadaan awan,
halilintar, pelangi, halo, dll. Ilmu yang mempelajari cuaca adalah meteorologi dan ilmu yang mempelajari
iklim adalah klimatologi. Iklim
adalah suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang luas yang
merupakan kelanjutan dari hasil pengamatan dan pencatatan unsur cuaca selama 30
tahun.
UNSUR CUACA DAN
IKLIM
a. Suhu
udara (Temperatur)
Suhu
adalah keadaan panas udara yang disebabkan oleh pemanasan matahari. Fakot yang
mempengaruhi banyak/ sedikitnya panas matahari yg diterima :
a. Keadaan awan
b. Keadaan bidang permukaan (perbedaan
warna batuan dan perbedaan sifat darat dan laut)
c. Sudut kemiringan sinar datang (sudut
datang tegak : panas yang diterima lebih banyak)
d. Lamanya sinar matahari
e. Jarak tempat dari laut (pengaruh
laut semakin kecil menyebabkan amplitudo suhu besar pd tmpt yang jauh dr laut)
f. Garis lintang
Suhu
permukaan bumi menyebar vertikal dan
horizontal
-
Vertikal : Semakin tinggi tempat semakin
dingin suhunya
-
Horizontal : Suhu udara tertinggi di daerah tropis
(ekuator) semakn ke kutub udaranya semakin tinggi
Sumber
panas :
a) Pemanasan langsung :
-
Absorbsi : Penyerapan unsur radiasi matahari (sinar
gamma, X, ultraviolet). Unsur yang menyerap radiasi
matahari (O2, N2, H2, O3, debu)
matahari (O2, N2, H2, O3, debu)
-
Refleksi : Pemanasan matahari terhadap udara (tp
dipantulkan lagi ke angkasa oleh H2O) di amosfer.
-
Difusi : Sinar gelombang pendek biru yg
berhamburan ke segala arah (menyebabkan langit biru).
b) Pemanasan tidak langsung :
-
Turbulensi : Penyebaran panas yang
berputar-putar dan penyebaran panas (bercampur)
-
Konveksi : Pemanasan vertikal
-
Konduksi : Pemanasan secara kontak langsung (molekul
udara bersinggungan dengan bumi)
-
Adveksi : Penyebaran panas horizontal
@ Pemanasan
udara sebagian besar pemanasan tidak langsung. Suhu rata-rata Indonesia 27°C.
Temperatur udara
diukur selama 24 jam (temperatur harian). Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki
temperatur yang sama pada periode ttt = isoterm.
diukur selama 24 jam (temperatur harian). Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki
temperatur yang sama pada periode ttt = isoterm.
@ Suhu diukur dengan termometer dan
kertas yang berisikan catatan suhu = termogram.
b. Tekanan
Udara
Lapisan
pd perm bumi memberi tekanan yang besar. Pada setiap bidang 1 cm3 berlaku
tekanan 1 kg pada ketinggian 10.000 km (dari perm. bumi sampai batas atmosfer).
Udara massa yang dapat menekan perm. bumi. Besarnya tekanan udara dengan milibar (mb). Alat untuk mengukur tekanan
udara adalah barometer. Barometer
air raksa dilakukan oleh Torricelli.
Ditemukan juga barometer aneroid
yang dpt dibawa ke tmpt lain. Guna barometer antara lain mengukur tinggi di atas perm. laut.
Lapisan
atmosfer bag. bawah, tekanan udara turun 1
mb (1 atm) jika perbedaan
atmosfer lebih dari 8 m. Tempat-tempat yagng bertekanan udara sama dihubungan
dengan garis = isobar. Sebaran
tekanan udara dibagi menjadi :
a. Vertikal : Semakin dekat dg perm bumi = udara lebih rapat dan berat
(tekanan semakin tinggi). Tekanan
udara berkurang 1 atm tiap naik 8 m. Tempat yg memiliki tekanan udara rendah = daerah tekanan
minimum (-). Tempat yang memilii tekanan udara tinggi = daerah tekanan maksimum (+).
udara berkurang 1 atm tiap naik 8 m. Tempat yg memiliki tekanan udara rendah = daerah tekanan
minimum (-). Tempat yang memilii tekanan udara tinggi = daerah tekanan maksimum (+).
b. Horizontal : Ditunjukan oleh peta isobar. Daerah yang menerima sinar
matahari lebih banyak, udara akan
berkembang dan tekanan udaranya rendah. Maka tercipta angin = bergerak dari tekanan yang
tinggi ke rendah.
berkembang dan tekanan udaranya rendah. Maka tercipta angin = bergerak dari tekanan yang
tinggi ke rendah.
c. Kelembapan
Udara
Kandungan
uap air di udara. Kandungan air berasal dari penguapan air. Kandungan uap air
di udara berubah ubah dan kemampuan udara uap air juga berbeda beda. Jadi,
massa udara mempunyai batas maksimum dalam menampung sejumlah udara. Kelembapan
udara dibedakan menjadi :
a) Kelembapan Mutlak : Bilangan yang menunjukkan berat uap air dalam satuan gramm yang
ada di dalam 1m3
udara. Pantai mempunyai kelembapan mutlak yang tertinggi karena berdekatan dengan
sumber penguapan yaitu laut.
udara. Pantai mempunyai kelembapan mutlak yang tertinggi karena berdekatan dengan
sumber penguapan yaitu laut.
b)
Kelembapan
Nisbi : Angka dalam % yang
menunjukkan perbandingan antara banyaknya uap air dalam udara
dalam suhu ttt dg jumlah air maksimum yg dpt dikandung udara pd suhu yang sama.
dalam suhu ttt dg jumlah air maksimum yg dpt dikandung udara pd suhu yang sama.
RUMUS : RH =
(RH = Kelembapan
relatif) (e = kandungan uap air) (E = kand. uap air maksimum)
Kelembapan
udara diukur dengan higrometer.
Manfaat uap air :
a. Besarnya uap air mempengaruhi
hujan
b. Uap air mengatur temperatur dan cepat
lambatnya bumi kehilangan panas.
c. Besarnya uap angin memungkinkan
terjadinya hujan angin.
d.
Angin
Perbedaan
tekanan udara mengakibakan aliran udara, disebabkan oleh adanya perbedaan
penyinaran matahari (temperatur udara dan tekanan udara). Anemometer = alat
pencatat kecepatan angin.
-
Proses terjadinya angin : Angin bersifat meratakan suhu.
-
Arah dan Kecepatan angin : Ditentukan dengan bendera angin.
(penerbangan dan pelayaran)
JENIS
ANGIN :
a.
Angin Siklon
Daerah depresi/ pusat barometrik
minimum = siklon. Sebuah siklon itu pasti dikelilingis oleh daerah bertekanan
tinggi. Angin dr sekitar daerah siklon menuju pusat siklon. Hukum Buys Ballot : sambil menuju ke pusat siklon, angin membentuk spiral. Arah
putaran di belahan utara berlawanan dg arah jarum jam. (selatan = searah).
Angin bergerak ke atas.
b.
Angin Antisiklon
Daerah barometrik maksimum =
antisiklon. Angin bergerak dari atas ke bawah. Angin berputar meninggalkan
pusat. Daerah yang bertekanan maksimum dikelilingi daerah bertekanan minimum.
Arah putaran utara searah jarum jam (selatan berlawanan).
c.
Angin Pasat
Dari zona tekanan maksimum
subtropik bertiup ke arah zona tekanan minimum ekuator, yakni angin pasat timur
laut di utara dan angin tenggara di selatan. Karena suhu tinggi di
khatulistiwa, udara membumbung ke atas (ada pertemauan 2 udara. Daerahnya
disebut DKAT/ Daerah konvergensi antar
tropik). Di lapisan atas, udara dari ekuator menuju subtropis (bergerak
turun) hingga membentuk 2 lingkaran. Daerah DKAT bebas topan, maka disebut daerah tenang/ doldrum.
d.
Angin Antipasat
Udara yang naik di daerah
khaulistiwa, mengalir ke arah kutub lalu turun ke arah subtropis.
e.
Angin Muson (Monsum/ Musim)
Gerakan yang terjadi akibat
tekanan udara di antara 2 benua dan 2 samudera. Angin muson dibagi :
a.
A.
M. Timur
b.
A.
M. Barat : Oktober-April.
Matahari ada di sebelah selatan khatulistiwa (Australia). Hal itu
menyebabkan Australia menjadi pusat bertekanan rendah dan angin Benua Asia menuju
benua Australia melewati S. Hindia dan dari S. Pasifik Barat Daya dr Indo ke Australia.
Angin ini lembab, maka Indo hujan.
menyebabkan Australia menjadi pusat bertekanan rendah dan angin Benua Asia menuju
benua Australia melewati S. Hindia dan dari S. Pasifik Barat Daya dr Indo ke Australia.
Angin ini lembab, maka Indo hujan.
f.
Angin Lokal
Angin yang terjadi karena
perbedaan tekanan udara di wilayah yg berdekatan.
-
Angin
gunung/ angin lembah
Angin
di gunung pembih cepat panas (tekanan udara kecil) dan di daerah lembah susah
panas, sehingga tekanan udara besar.Oleh sebab itu, dari lembah lari ke gunung
= angin lembah (siang hari). Pada malam hari, di gunung lebih tinggi, maka
terjadi angin gunung yag sangat panas
dan kering.
-
Angin
darat/ angin laut
Daratan
aka lebih mudah menyerap dan melepaskan panas. Pada siang hari teradi angin
laut (lembab menurunkan hujan). Dan saat malam terjadi angin darat.
-
Angin
Fohn (angin jatuh/ angin terjun)
Sifat
angin fohn : kering,panas, kencang (dari gunung turun ke lembah) sehingga menimbulkan kerusakan. Jenis angin Fohn
:
a.
Angin
Bahorok (Deli, Sumut)
b.
Angin
Kumbang (Cirebon)
c.
Angin
Gending dan Grenggong (Probolinggo, Jatim)
d.
Angin
Brubu (Makassar, Sulsel)
e.
Angin
Wambrau (Biak, Papua Barat)
f.
Angin
Fohn (Pegunungan Alphina Utara)
e. Awan
Kumpulan butiran es yang melayang
di udara. Jenis awan :
-
Bentuk awan
a.
Awan
cirrus (awan bulu) berserat terdiri dari kristal es. Berbentuk seperti serabut
memanjang, ketinggian tinggi (suhu sangat
dingin), bersih
b.
Awan
stratus (awan berlapis) awan yang rata, warna kelabu, tdk berbentuk, menutup
langit pd daerah luas, seperti kabut, ketinggian rendah, muncul tanda cuaca baik
c.
Awan
cumulus (awan bergumpal) bertumpuk tumpuk dengan bawah horizon dan atas
melengkung, putih berkilau, terbentuk udara sangat panas dan bertambah cepat
sebelum hujan.
d.
Awan
Nimbus (awan hujan) tebal, hitam, seperti stratus (tidak merata). Bila bersatu
dengan cumulus (cumulunimbus) maka akan menjadi angin ribut.
-
Ketinggian
a.
Awan
rendah (2 km)
b.
Awan
sedang (2 km – 6 km)
c.
Awan
tinggi (6 km)
Komentar
Posting Komentar